Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Hingga saat ini, sudah banyak bermunculan jenis jenis asuransi yang berlaku di Indonesia, dari yang konvensional hingga kemudian muncul asuransi berbasis syariah. Namun, masih ada beberapa kalangan masyarakat yang bingung dengan perbedaan asuransi syariah dan konvensional tersebut. Jika anda juga masih merasa bingung membedakan, yuk simak ulasan disini untuk mengetahui perbedaan dari kedua asuransi tersebut.

Perbedaan Antara Asuransi Syariah Dengan Asuransi Konvensional

1. Perjanjian Yang Berbeda

Pada perusahaan asuransi konvensional menggunakan perjanjian yang mirip dengan transaksi jual beli. Dimana pada perjanjian tersebut kedua belak pihak sama sama berharap bisa mendapatkan keuntungan sebesarnya dan rugi yang sekecilnya. Sedangkan pada asuransi berbasis syariah, perjanjian yang digunakan yaitu menggunakan akad hibah dengan konsep saling tolong menolong. Dimana pada perjanjian ini, kedua belah pihak tidak mengharapkan imbalan.

2. Dana Dalam Asuransi

Selanjutnya adanya perbedaan kepemilikan dana yang ada dalam perusahaan asuransi. Pada perusahaan asuransi dengan basis syariah, dana tersebut dimiliki oleh semua peserta. Perusahan asuransi hanya sebagai pengelola dana, tidak memiliki hak terhadap dana tersebut. Sedangkan pada asuransi konvensional, dana premi yang dibayarkan menjadi milik perusahaan karena konsepnya yang jual beli. Sehingga perusahaan bebas menggunakan dana tersebut asalkan sesuai dengan perjanjian.

3. pengelola Dana Asuransi

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional selanjutnya terdapat pada sistem pengelohan dananya. Jika pada asuransi konvensional perusahaan secara sepihak dapat menetapkan premi dan biaya lainnya yang tentunya sesuai dengan peraturan OJK. Berbeda dengan asuransi berbasis syariah yang mengola dananya semaksimal mungkin untuk keuntungan peserta asuransi. Dan untuk perusahaan asuransi basis ini, pengelolaan dananya lebih transparant.

4. Bagi Hasil Keuntungan

Pada perusahaan asuransi berbasis syariah, keuntungan yang didapatkan dari pengollolaan dana peserta, nantiny akan dibagikan secara merata. Baik itu untuk peserta asuransi maupun perusahaan. Sedangkan pada perusahaan asuransi konvensional keuntungan yang didapat dari kegiatan perusahaan sepenuhnya menjadi miliki perusahaan, peserta tidak akan mendapatkaan keuntungan.

5. Peserta Asuransi Membayar Zakat

Adanya membayaran zakat yang diberlakukan, juga masuk kedalam perbedaan asuransi syariah dan konvensional. Pasalnya, pada perusahaan asuransi berbasis syariah peserta wajib membayar zakat yang diambil dari keuntungan perusahaan. Sedangkan pada perusahaan asuransi dengan sistem konvensional tidak ada kewajiban pesertanya untuk membayar zakat.

6. Pengawasan Dana

Selanjutnya yang membedakan asuransi berbasis syariah dengan konvensional yakni adanya Dewan Pengawas Syarah (DPS) di setiap perusahaan asuransi berbasis syariah. Tugas lembaga tersebut yaitu untuk mengawasi perusahaan untuk selalu menaati prinsip syariah dalam mengelola dana peserta. Dewan ini dibawah pengawasan Majelis Ulama Indoneisa (MUI). Sedangkan pada perusahaan asuransi berbasis konvensional pengawasan dana dilakukan oleh pihak manajemennya, tidak ada pihak luar.

7. Status Dana peserta Asuransi

Status dana juga menjadi bagian dari perbedaan asuransi syariah dan konvensional. Pasalnya, pada asuransi berbasis syariah jika peserta tidak sanggup untuk membayar premi lagi, maka dana yang telah disetorkan bisa diambil kembali. Sedangkan untuk perusahaan asuransi dengan basis konvensional, jika peserta asuransi tidak sanggup untuk membayar maka seluruh dana yang telah disetorkan tersebut menjadi milik perusahaan.

Pada saat ini, layanan asuransi memang sangat membantu dalam merencanakan masa depan yang lebih baik. Untuk anda yang ingin memiliki asuransi, sudah menjadi hak anda memilih menggunakan asuransi berbasis syariah atapun konvensional yang menurut anda terbaik. Sebab dari kedua asuransi tersebut memiliki keunggulan masing masing. Jadi, apakah anda sudah menentukan memilih perusahan asuransi yang mana?

Leave a Comment