Biaya Klaim Asuransi Mobil yang Perlu Dibayarkan

Pernahkah anda merasa terkejut saat melihat biaya klaim asuransi mobil yang harus anda bayarkan? Sebenarnya biaya tersebut sudah tertera pada polis asuransi milik anda. Jika Anda membaca polis tersebut dengan cermat dan teliti, maka anda akan menemukan besaran biayanya. Besaran biaya tersebut juga telah diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan. Yuk simak ulasan disini, untuk mengetahui berapa biaya untuk klaim asuransi mobil.

Penjelasan Tentang Biaya Untuk Klaim Asuransi Mobil

Ketika pemilik mobil telah selesai melakukan proses pengajuan klaim, maka pihak asuransi akan mengenalkan biaya risiko sendiri atau deductible. Dimana biaya tersebut merupakan besaran yang harus dibayarkan pemilik asuransi mobil saat mengajukan klaim. Umumnya biaya ini berlaku untuk asuransi mobil all risk. Biaya klaim asuransi mobil tersebut diberlakukan agar pemilik mobil berhati hati dan sadar bahwa asuransi tersebut tidak 100 persen menanggung perbaikan mobil.

Biaya deductible ini berfungsi untuk menghindarkan pemiliki mobil pada proses adminitrasi yang akan mengklaim asuransi dengan jumlah kecil. Contohnya, ketika ada pengajuan klaim dengan kerugian yang tergolong kecil sebesar Rp. 100 ribu, maka pengajuan klaim tersebut mungkin saja sia sia. Pasalnya, ada beberapa proses admisitrasi yang biayanya lebih besar dari pada klaim yang diajukan.

Jumlah Biaya Klaim Untuk Asuransi Mobil

Sebelum mengajukan klaim, ada beberapa ketentuan yang perlu pemilik mobil ketahui. Pertama, pemilik mobil wajib membayarkan biaya deductible setiap kali mengajukan klaim. Kedua, biaya deductible hanya dibayarkan pada klaim asuransi yang diakibatkan adanya kerusakan fisik. Pengenaan biaya deductible tersebut tidak berlaku untuk kerugian nonfisik seperti tuntutan hukum oleh pihak ketiga.

Biaya klaim asuransi mobil yang harus dibayarkan bisa bervariasi, tergantung dengan premi asuransi yang dibayarkan. Semakin besar premi asuransi yang anda bayarkan, maka semakin rendah pula biaya deductible anda. Dan sebalinya, semakin rendah premi asuransi anda, maka semakin tinggi pula biaya klaim deductiblenya. Di Indonesia, biaya tersebut telah diatur oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada surat edaran yang telah dikeluarkan, OJK memberikan batas bawah dan atas tarif premi berdasarkan wilayah untuk setiap kategori kendaraan dan berdasarkan harganya. Dalam edaran tersebut OJK juga mengatur biaya deductible, dimana isinya perusahan asuransi dapat memberlakukan ketentuan deductible minimal sebesar Rp. 300 ribu untuk setiap kejadian.

Ketentuan Biaya Klaim Untuk Asuransi Mobil

Ketentuan untuk biaya deductible umumnya pada poin polisnya ditulis dengan tambahan kalimat per any one accident. Yang dimana artinya biaya tersebut dibayarkan per kejadian atau risiko yang ada. Maksudnya, jika terdapat klaim yang diajukan akibat adanya dua kali kecelakaan, maka pihak perusahaan juga akan mengenakan biaya klaim asuransi mobil dua kali setelah klaim tersebut disetujui.

Umumnya untuk membayar biaya deductible tersebut, pihak perusahaan asuransi akan memotong dari uang pertanggungan yang telah telah diberikan kepada pemiliki polis asuransi. Meskipun biaya deductible yang ditentukan oleh OJK minimal Rp. 300 ribu, ada kemungkinan bahwa biaya tersebut lebih tinggi dari yang ditentukan, tergantung dengan premi atau penyebab kejadian risiko.

Untuk anda yang memiliki asuransi mobil, ada baiknya jika membaca dengan terlebih dahulu polis asuransi secara keseluruhan dengan teliti. Hal tersebut, agar kita mengetahui berbagai hal yang ada dalam polis termasuk biaya klaim asuransi atau deductible, agar tidak kaget ketika anda diharuskan membayar atau uang klaim yang anda ajukan dipotong oleh pihak perusahaan.

Leave a Comment